Loading...
You are here:  Home  >  Tanya-Jawab  >  Current Article

Senggama terputus

By   /   July 23, 2012  /   No Comments

Hubungan Suami IstriNama: sunu setyonugroho

Domisili: malang

Pesan: apakah diperbolehkan seorang suami melakukan senggama terputus (sperma di keluarkan di luar) kendatipun si isteri tidak menyetujuinya ? alasan suami bahwa ia belum siap secara materi dan memiliki anak, namun isterinya menginginkan anak, bahkan isteri menangis bila suami berulang kali melakukan senggama terputus. adakah ayat, hadis, pendapat yang melarangnya ?

Jawab :

Mengeluarkan air mani diluar kemaluan istri (AZL) diperbolehkan dalam Islam. Walaupun demikian, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kurang menyukainya. Namun, tidak ada larangan keras terhadap perilaku ini.

  1. Dari Judzamah binti Wah-b, ia berkata :…… Kemudian mereka bertanya tentang azl, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Yang demikian adalah pembunuhan anak yang tersembunyi”(HR. Muslim)
  2. Dari Abi Sa’id Al-Khudri, bahwasanya seorang laki-laki bertanya : Yaa Rasulullah, saya mempunyai seorang jariyah dan saya azl daripadanya, karena saya tidak suka ia hamil, sedangkan saya ingin apa yang laki-laki inginkan. Tetapi orang-orang Yahudi berkata bahwa azl itu pembunuhan kecil bagi anak perempuan. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Dusta orang Yahudi ! Jika Allah mau jadikan ia (anak), niscaya engkau tidak akan berdaya menolaknya” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
  3. Dari Jabir, ia berkata : Kami biasa azl dizaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, padahal Quran sedang turun. Jika sekiranya azl itu terlarang, niscaya Quran melarang kami daripadanya (Muttafaq ‘alaih)
    Dan bagi Muslim : Maka sampai (kabar azl) itu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, namun beliau tidak melarang kami melakukannya.

Hadits nomor 1 diatas menyatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak menyukai azl. Namun hadits nomor 2 dan nomor 3 menyatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak melarang untuk melakukan azl. Dari sini, dapatlah ditarik kesimpulan bahwa melakukan azl itu halal.

Namun demikian, kami sarankan untuk segera memiliki keturunan, karena itulah tujuan sebenarnya dari sebuah perkawinan. Allah menyukai kita untuk memperbanyak keturunan, karena dengan semakin banyaknya orang Islam, maka akan semakin kuatlah agama ini dimuka bumi.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Kawinlah dengan perempuan peranak, penyayang, karena sesungguhnya dengan kalian aku akan melawan Nabi-Nabi di hari qiyamat kelak (tentang banyaknya ummat)” (HR. Ahmad)

wAllahu a’lam bi shawwab

    Print       Email
  • Published: 2 years ago on July 23, 2012
  • By:
  • Last Modified: July 22, 2012 @ 9:17 pm
  • Filed Under: Tanya-Jawab
  • Tagged With:

About the author

General Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

You might also like...

Rukun Shalat

Jama’ – Qashar

Read More →