Loading...
You are here:  Home  >  Tanya-Jawab  >  Current Article

Islam 73 golongan

By   /   August 6, 2012  /   2 Comments

kabahNama : Oky

Domisili : Surabaya

Tanya :

Menurut hadist (saya lupa) nabi pernah mengatakan bahwa hanya ada 1 golongan saja dari umat islam yang masuk surga, sedangkan 72 golongan lainnya masuk neraka..bagaimana ciri golongan yg pertama dan ciri 72 golongan yang akan masuk neraka? sebelumnya terima kasih.

Jawab :

Ada beberapa hadits yang menerangkan mengenai hal ini, diantaranya :

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat garis dengan tangannya kemudian bersabda: “Ini jalan Allah yang lurus.” Lalu beliau membuat garis-garis di kanan kirinya, kemudian bersabda: “Ini adalah jalan-jalan yang bercerai-berai (sesat) tak satu pun dari jalan-jalan ini kecuali di dalamnya terdapat syaitan yang menyeru kepadanya.” Selanjutnya beliau membaca firman Allah Jalla wa Jalla: “Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan oleh Allah kepadamu agar kamu bertaqwa” (Al-An’aam: 153) (HR. Ahmad, Ad-Darimy dan Hakim)

Dari Auf bin Malik, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda:

“Yahudi telah berpecah menjadi 71 golongan satu golongan di surga dan 70 golongan di neraka. Dan Nashara telah berpecah belah menjadi 72 golongan, 71 golongan di neraka dan satu di surga. Dan demi Allah yang jiwa Muhammad ada dalam tangan-Nya ummatku ini pasti akan berpecah belah menjadi 73 golongan satu golongan di surga dan 72 golongan di neraka.” Lalu beliau ditanya: “Wahai Rasulullah siapakah mereka ?” Beliau menjawab: ‘Al Jama’ah’.” (HR. Ibnu Majah)

Dan sebagai hadits penegas tentang golongan mana yang masuk surga, maka dijelaskan dalam hadits berikut ini :

Dari Abdullah bin Amr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “……………………………………..Semua golongan tersebut tempatnya di Neraka, kecuali satu, (yaitu) yang aku dan para sahabatku berjalan di atasnya.”(HR.Tirmidzi)

Dari hadits-hadits diatas telah jelas bahwa golongan yang selamat (Al-Firqatun Najiyah) adalah orang-orang yang dengan hati-hati dan tekun mengikuti sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya, sementara yang selain itu adalah termasuk golongan yang tidak selamat.

Ada beberapa contoh-contoh mengenai golongan yang tidak selamat ini, diantaranya :

  • Para ahlul bid’ah, yaitu mereka yang membuat syari’at-syari’at baru dalam agama, dan menganggap baik sebuah urusan/ibadah, padahal asalnya bukan dari Islam.
  • Para pelaku kultus, yaitu mereka yang terlalu mengkultuskan beberapa individu-individu ulama dan terlalu mencintainya melebihi cintanya kepada Allah dan rasulNya
  • Para ahli filsafat, yaitu mereka yang terlalu mengedepankan logikanya, sehingga mereka menganggap Allah dan makhlukNya merupakan satu kesatuan.
  • Para pelaku dan pengikut nabi palsu (Ahmadiah, Lia aminuddin, musailamah, dll)
  • Para pencaci sahabat radhiAllahu ‘anhum
  • Dan lain-lain, yang tidak sesuai dengan apa yang dicontohkan dan diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya.

wAllahu a’lam bishshawwab.

 

    Print       Email

About the author

General Editor

2 Comments

  1. yalin says:

    Pak ustad sebatas apa sih yang dinamakan bid’ah itu
    misalnya gini, dizaman Nabi kita kan gak pernah pake handphone semisalnya. Nah karena memang ada kebutuhan dan perkembangan zaman saya pribadi menggunakan handphone dalam media komunikasi termasuk penggunaan internet ini dan sebagainya

    apakah saya termasuk golongan ahlul bid’ah?

    • moslemgooner says:

      Akh Yalin,
      Bid’ah adalah segala sesuatu yg baru dalam ibadah. Masalah ibadah sudah ditentukan Allah melalui lisan suci RasulNya secara lengkap beserta batasan2nya.

      “Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu” (An-Nisaa : 171) –> ini teguran kepada kaum Yahudi yg suka berbuat bid’ah dalam ibadah.

      “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu…” (Al-Maaidah : 3) –> ini pernyataan Allah bahwa agama ini telah sempurna, tidak perlu ditambah-tambah dalam hal ibadah.

      Adapun handphone, internet, dll adalah urusan muamalah.

      wAllahu a’lam bi shawwab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

You might also like...

Rukun Shalat

Jama’ – Qashar

Read More →