|
Penjelasan hadits diatas :
Sanad, artinya sandaran. Musnad, artinya yang disandarkan atau tempat sandaran. Isnad artinya menyandarkan. Bukhari berkata, bahwa Al-Humaidi menceritakan kepadanya. Cara seperti ini dan yang semisalnya, dikatakan bahwa Bukhari menyandarkan kepada Al-Humaidi. Perantaraan Bukhari dengan Al-Humaidi ini dinamakan sandaran. Al Humaidi disebut musnad, karena Bukhari menyandarkan kepadanya atau karena Bukhari menjadikan dia sebagai tempat sandaran cerita. Begitu pula Al-Humaidi dengan Sufyan, Sufyan dengan Yahya, Yahya dengan Muhammad, Muhammad dengan Alqamah, Alqamah dengan Umar, dan Umar dengan Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam. Jadi, yang dinamakan Sanad, Musnad atau Isnad ialah rangkaian orang-orang pembawa berita yang ada diantara Imam pencatat hadits dengan pembawa berita yang terakhir. Dalam hadits diatas, pembawa berita terakhir adalah Umar ra. Rawi, artinya yang menceritakan, yang meriwayatkan. Musnid artinya yang menyandarkan. Bukhari, karena dia yang menyandarkan hadits tersebut kepada Al Humaidi, maka dia dinamakan Musnid. Al-Humaidi, karena ia yang menceritakan hadits kepada Bukhari, maka ia dikatakan Rawi (Bukhari juga boleh dikatakan Rawi kepada kita, sebab dia yang menceritakan kepada kita). Jadi, tiap-tiap orang yang membawa berita disebut Rawi, dan ketika dia menyandarkan berita tersebut kepada seseorang, maka dia dinamakan musnid.
Mukharrij, artinya yang mengeluarkan. Tiap orang yang mengeluarkan atau mencatat hadits disebut Mukharrij Shahabi, artinya sahabat/kawan. Jika lebih dari dua orang (jamak) maka dikatakan sahabat. Menurut ketetapan ‘ulama hadits, bahwa definisi shahabi adalah : seseorang yang bertemu dengan Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam, beriman kepadanya dan wafat dalam keadaan beragama Islam. Jika wanita, maka disebut shahabiah. Tabi’i, artinya seseorang yang dianggap mengikuti atau menurut. Jika banyak (jamak) maka disebut Tabi’in, jika wanita disebut Tabi’iah. Menurut ‘ulama ahli hadits, Tabi’I adalah seseorang yang bertemu dengan sahabat Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam dan memeluk agama Islam. Matan, artinya kekerasan, kekuatan, kesangatan. Matan dalam ilmu hadits, ditujukan kepada lafazh-lafazh dan omongan-omongan yang disampaikan, atau isi kandungan daripada hadits itu sendiri. Matan ini tertulis setelah rawi dari akhir sanad. Awal sanad atau permulaan sanad yaitu ditempat dimana pencatat hadits menerima kabar darinya. Akhir sanad, yaitu ditempat dimana orang yang pertama kali memnyampaikan hadits. Jika yang berbicara Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam, maka akhir sanadnya adalah shahabat. Jika yang berbicara shahabat, maka akhir sanadnya adalah Tabi’i. Pertengahan sanad, bahasa arabnya ‘Wasathussanad’, yaitu rawi-rawi yang berada diantara awal dan akhir sanad. |