|
Pengantar Ilmu Musthalah Hadits (bagian 4) |
|
|
|
|
Oleh Administrator
|
|
Senin, 30 November 2009 21:35 |
|
SIFAT-SIFAT RAWI MENYAMPAIKAN HADITS
Selain dari yang telah dijabarkan dalam “Penjelasan”, maka dibawah ini terdapat beberapa kata-kata lagi yang patut diketahui dan diingat, yaitu :
‘Adl, artinya adil. Maksudnya seorang Muslim yang baligh, berakal, tidak mengerjakan dosa-dosa besar dan terhindar dari hal-hal yang dapat mengurangi kesempurnaan dirinya. Dla-bith, artinya orang yang hafazh. Orang yang hafazh dalam ilmu hadits ada dua macam caranya, yaitu : - Orang yang hafazh betul-betul tentang apa yang dia dengar, sehingga dapat menyampaikannya kapan saja dia kehendaki.
- Seseorang yang memelihara sebuah kitab semenjak dia mendengar apa yang tertulis dalam kitab tersebut dan kemudian dia tulis untuk kemudian disampaikan kepada orang lain.
Syu-dzudz, artinya keganjilan atau kelainan atau cacat. Kalau tunggal disebut Syadz. Yang dimaksud syudzudz dalam ilmu hadits adalah sanad atau matan yang diriwayatkan oleh orang kepercayaan namun isinya menyalahi riwayat orang yang lebih terpercaya dari dirinya. Atau dapat juga dikatakan bahwa riwayatnya itu menyalahi riwayat beberapa orang kepercayaan yang lain dan dengan tambahan atau pengurangan.
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
Pengantar Ilmu Musthalah Hadits (bagian 3) |
|
|
|
|
Oleh Administrator
|
|
Selasa, 27 Oktober 2009 12:06 |
|
Penjelasan hadits diatas :
Sanad, artinya sandaran. Musnad, artinya yang disandarkan atau tempat sandaran. Isnad artinya menyandarkan. Bukhari berkata, bahwa Al-Humaidi menceritakan kepadanya. Cara seperti ini dan yang semisalnya, dikatakan bahwa Bukhari menyandarkan kepada Al-Humaidi. Perantaraan Bukhari dengan Al-Humaidi ini dinamakan sandaran. Al Humaidi disebut musnad, karena Bukhari menyandarkan kepadanya atau karena Bukhari menjadikan dia sebagai tempat sandaran cerita. Begitu pula Al-Humaidi dengan Sufyan, Sufyan dengan Yahya, Yahya dengan Muhammad, Muhammad dengan Alqamah, Alqamah dengan Umar, dan Umar dengan Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam. Jadi, yang dinamakan Sanad, Musnad atau Isnad ialah rangkaian orang-orang pembawa berita yang ada diantara Imam pencatat hadits dengan pembawa berita yang terakhir. Dalam hadits diatas, pembawa berita terakhir adalah Umar ra. Rawi, artinya yang menceritakan, yang meriwayatkan. Musnid artinya yang menyandarkan. Bukhari, karena dia yang menyandarkan hadits tersebut kepada Al Humaidi, maka dia dinamakan Musnid. Al-Humaidi, karena ia yang menceritakan hadits kepada Bukhari, maka ia dikatakan Rawi (Bukhari juga boleh dikatakan Rawi kepada kita, sebab dia yang menceritakan kepada kita). Jadi, tiap-tiap orang yang membawa berita disebut Rawi, dan ketika dia menyandarkan berita tersebut kepada seseorang, maka dia dinamakan musnid.
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
|
Dunia Bukan Panggung Sandiwara |
|
|
|
|
Oleh Casnadi
|
|
Rabu, 04 November 2009 15:24 |
|
“Ki, ana sering mendengar beragam pendapat orang ketika mereka ditanya bagaimana mereka memaknai kehidupan dunia ini, ada yang mengatakan bahwa kehidupan dunia ini panggung sandiwara, ada yang mengatakan hidup ini perjuangan, dan lain sebagainya, menurut Aki sendiri bagaimana ki…?” Tanya Maula.
“Menurut hemat Aki, kehidupan dunia ini adalah pengabdian Nak Mas….?” Jawab Ki Bijak.
“Kehidupan dunia ini pengabdian ki…..?” Maula baru mendengar pendapat seperti itu.
“Benar Nak Mas, hidup dan kehidupan kita didunia ini semata untuk mengabdi kepada Allah swt, lain tidak, sesuai dengan firman_Nya dalam Surat Ad-dzariyat ayat 56…..” Kata Ki Bijak sambil mengutip ayat dimaksud;
56. Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
Oleh Casnadi
|
|
Jumat, 23 Oktober 2009 14:49 |
|
“Nak Mas masih ingat dengan sebuah riwayat dimana Rasul menyebut seseorang sebagai calon ahli surga…?” Kata Ki Bijak, menjawab pertanyaan Maula mengenai perilaku para calon-calon penghuni surga kelak.
“Iya Ki…, dalam sanad Imam Ahmad diriwayatkan dari Anas ra bahwa ketika itu para shahabat tengah duduk-duduk bersama baginda Rasul, kemudian Baginda Rasul bersabda: "Akan datang kepada kalian di jalan yang kecil ini seorang laki-laki diantara ahli surga (rojulun min ahli jannah)….."
“Lalu….?’ Pancing Ki Bijak
“Dan kemudian datang seorang laki-laki dari golongan anshar yang jenggotnya itu basah bekas air wudhu dan ia menjinjing sandalnya di tangan kirinya, dan dia mengucapkan salam kepada Rasul dan para sahabat yang ada disana….”
|
|
LAST_UPDATED2 |
|