|
Takhrij hadits tentang menyembelih di hari Tasyriq |
|
|
|
|
Oleh Herry
|
|
Sabtu, 03 Oktober 2009 13:22 |
|
Hadits-hadits yang biasa dijadikan dasar yang membolehkan menyembelih qurban pada hari-hari Tasyriq (11,12,13 Dzulhijjah) adalah sebagai berikut :
(1). Dari Jubair bin Muth’im dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwasanya beliau bersabda : “……………………… semua hari tasyriq adalah hari penyembelihan”
(2). Dari Nafi’ bin Jubair bin Mth’im dari bapaknya bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Semua hari-hari Tasyriq adalah hari penyembelihan”
(3). Dari Ibnu Abbas, ia berkata : Sembelihan (qurban) itu adalah tiga hari setelah hari nahr (Iedul Adha)
(4). Dari Jubair bin Muth’im dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, ia berkata : Seluruh Mina adalah tempat penyembelihan dan seluruh hari Tasyriq adalah hari penyembelihan”
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
|
Istilah-Istilah dalam Ilmu hadits |
|
|
|
|
Oleh Administrator
|
|
Sabtu, 03 Oktober 2009 13:03 |
|
1. Hadits, Atsar dan Matan
Ashal arti hadits ialah omongan, perkataan, ucapan dan sebangsanya. Ghalibnya terpakai untuk perkataan Nabi shallallahu alaihi wasallam. Jika disebut hadits Nabi, maka maksudnya ialah sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam. Terkadang disebut hadits Anas, umpamanya, maka maksudnya ialah hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Anas. Sering juga dikatakan Hadits Bukhari, umpamanya, maka maksudnya ialah Hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Bukhari di dalam kitabnya.
Lafazh hadits yang diucapkan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam dinamakan matan hadits atau isi hadits.
Atsar ialah perkataan sahabat sebagaimana hadits perkataan Nabi shallallahu alaihi wasallam. Terkadang omongan dari sahabat dikatakan riwayat.
2. Gambaran sanad
Sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam didengar oleh sahabat (seorang atau lebih), kemudian mereka (sahabat) sampaikan kepada tabi’in (seorang atau lebih). Kemudian tabi’in sampaikan kepada orang2 generasi berikutnya. Demikianlah seterusnya, hingga dicatat hadits-hadits tersebut oleh Imam-Imam ahli hadits, seperti Malik, Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan lain-lain.
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
|
Oleh Herry
|
|
Sabtu, 03 Oktober 2009 13:01 |
|
Oleh : Abu Albarra
Ilmu merupakan anugerah dari Allah yang tidak ternilai harganya. Berkat ilmu, manusia mendapatkan derajat yang sangat tinggi di dunia ini. Penciptaan manusia dan kedudukan manusia menjadi pemimpin di dunia ini pun tidak lepas dari keterlibatan ilmu. Adalah Adam ‘alaihissalam, manusia pertama yang ada di bumi, diciptakan oleh Allah dengan dibekali ilmu.
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!"
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 Berikutnya > Akhir >>
|
|
Halaman 6 dari 6 |