|
Apa bedanya Salafi dengan Wahhabi? |
|
|
|
|
Oleh Administrator
|
|
Jumat, 16 Oktober 2009 16:30 |
|
Nama: toyib Domisili: indonesia Pesan: assalamualaikum wr.wb.
apa kabar ustad? semoga allah senantiasa memberikan taufik dan hidayahnya kepad kita, amin ya robbral alamin! pertanyaan saya adalah: 1. adakah persamaan antara wahabi dan salafi? 2. apakah golongan tersebut termasuk yang boleh diikuti karena mengikuti para khilafa rasyidin dan salafus salih? 3. terutama golongan salafi bermanhaj ke ibnu taimiyah, ibnu katsir, ibnu qayim al jauziyah apakah imam tersebut diatas benar sesuai dengan syar'i?
Jawab:
Kami menyarankan kepada anda untuk berpegang kepada Al-Quran dan Assunnah. Tidak perlu berpegang kepada sebuah madzhab atau kelompok apapun. Mengikuti sebuah kelompok dapat membuka pintu taqlid dalam diri kita. Padahal taqlid buta tidak diperbolehkan dalam Islam. Sebuah kelompok yang mengklaim dirinya sebagai pengikut para sahabat/salaf atau ahlul bait sekalipun, masih memiliki kecenderungan untuk memunculkan sebuah fatwa yang bertentangan dengan Al-Quran dan As-Sunnah. Sementara, bila kita mengaku mengikuti kelompok tersebut, maka kitapun akan memiliki kecenderungan untuk bertaqlid kepada fatwa-fatwa ulamanya.
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
|
Hal-Hal yang Membatalkan Shalat |
|
|
|
|
Oleh Herry
|
|
Jumat, 16 Oktober 2009 14:59 |
|
Shalat seseorang akan batal apabila ia melakukan salah satu di antara hal-hal berikut ini:
1. Makan dan minum dengan sengaja. Hal ini ber-dasarkan sabda Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam:
"Sesungguhnya di dalam shalat itu ada kesibukkan tertentu." (Muttafaq 'alaih) (1)
Dan ijma' ulama juga mengatakan demikian.
2. Berbicara dengan sengaja, bukan untuk kepentingan pelaksanaan shalat.
"Dari Zaid bin Arqam radhiallaahu anhu, ia berkata, 'Dahulu kami berbicara di waktu shalat, salah seorang dari kami berbicara kepada temannya yang berada di sampingnya sampai turun ayat: 'Dan hendaklah kamu berdiri karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'(1), maka kami pun diperintahkan untuk diam dan dilarang berbicara." (Muttafaq 'alaih)
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
Hal-Hal yang dimakruhkan dalam shalat |
|
|
|
|
Oleh Herry
|
|
Senin, 12 Oktober 2009 15:07 |
|
1. Menengadahkan pandangan ke atas. Hal ini ber-dasarkan sabda Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam:
"Apa yang membuat orang-orang itu mengangkat peng-lihatan mereka ke langit dalam shalat mereka? Hendak-lah mereka berhenti dari hal itu atau (kalau tidak), nis-caya akan tersambar penglihatan mereka." (HR. Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkannya dengan makna yang sama)
2. Meletakkan tangan di pinggang. Hal ini berdasar-kan larangan Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam meletakkan tangan di pinggang ketika shalat. (Muttafaq 'alaih)
3. Menoleh atau melirik, terkecuali apabila diperlukan. Hal ini berdasarkan perkataan Aisyah radhiallaahu anha. Aku ber-tanya kepada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam tentang seseorang yang me-noleh dalam keadaan shalat, beliau menjawab:
"Itu adalah pencurian yang dilakukan syaitan dari shalat seorang hamba." (HR. Al-Bukhari dan Abu Daud, lafazh ini dari riwayatnya)
4. Melakukan pekerjaan yang sia-sia, serta segala yang membuat orang lalai dalam shalatnya atau menghilangkan kekhusyu'an shalatnya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam:
"Hendaklah kamu tenang dalam melaksanakan shalat." (HR. Muslim)
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
|
Pengantar Ilmu Musthalah Hadits (bagian 2) |
|
|
|
|
Oleh Administrator
|
|
Rabu, 14 Oktober 2009 15:15 |
|
AR-RIWAYAT
Riwayat artinya : Menceritakan, mengabarkan, cerita, kabar.
Maksudnya, kabar yang berisi ucapan, perilaku atau lainnya yang diceritakan oleh shahabah Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam, baik kabar itu benar ataupun tidak benar berasal dari shabah tersebut.
Kabar yang menurut pemeriksaan benar asalnya dari shahabah Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam disebut Riwayat Shahih. Kabar yang menurut pemeriksaan tidak benar atau belum tentu asalnya dari shahabah Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam disebut Riwayat Dha’if.
Contoh Riwayat Shahih :
Dari ‘Aisyah ra, dia berkata : “Aku pernah menyisir (rambut) Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam, padahal aku sedang haid” (HR. Bukhari)
Kabar ini kita namakan riwayat, karena ia mengandung perjalanan seorang shahabah (istri) Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam, yaitu ‘Aisyah ra. Riwayat ini setelah diperiksa ternyata benar datangnya dari ‘Aisyah ra, karena orang-orang yang menceritakannya semua adalah orang-orang yang terpercaya dan tidak ada seorangpun diantara mereka yang tercela hingga akhirnya tercatat didalam kitab Bukhari.
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
Kenapa Kucing nggak shalat? |
|
|
|
|
Oleh Casnadi
|
|
Senin, 12 Oktober 2009 14:49 |
|
“Kenapa Nak Mas…..?’ Tanya Ki Bijak melihat Maula yang tengah senyum-senyum sendiri.
“Oooh ini Ki, ana sedang teringat pertanyaan Ade kemarin sore….” Kata Maula.
“Pertanyaan apa Nak Mas….?” Tanya Ki Bijak.
“Kemarin sora Ade ikut ana ke Masjid Ki, ditengah perjalanan, ada seekor kucing hitam, spontan Ade bertanya pada ana, “Pah kucing itu sedang apa….’, ana pun menjawab secara spontan juga ‘kucing itu sedang main De…” Kata Maula.
“Lalu…?” Tanya Ki Bijak yang belum menemukan arah pembicaraan Maula.
“Lalu Ade mengejar ana dengan pertanyaan lanjutan ‘ Pah kenapa kucing itu sore-sore masih main…, kenapa kucing itu tidak shalat pah…’…, dan ana masih menjawab dengan ringan…’ yaah namanya juga kucing De, kucing ya memang nggak shalat…..’, jawab ana ketika itu…..” Kata Maula lagi.
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 Berikutnya > Akhir >>
|
|
Halaman 3 dari 6 |