| Fitnah |
|
|
|
| Oleh Administrator |
| Rabu, 02 Desember 2009 12:26 |
|
Nama: joni Domisili: surabaya Pesan: assalamualaikum, semoga kita semua selalu dalam lindungan allah. ana ingin bertanya, bagaimana mensikapi sebuah fitnah terhadap kita. jikalau dalam suatu kasus tidak ada yg percaya kpd kita, apakah kita hanya diam saja tanpa ada usaha meluruskan fitnah itu? atau membalas fitnah tersebut? terimakasih Wassalamualaikum
Jawab : Fitnah adalah sebuah hal yang bahayanya bahkan lebih besar dari pembunuhan. “……………Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh……………” (Al-Baqarah : 217)
Jelaskan kejadian yang sebenarnya. Bersumpahlah tentang kejadian yang sebenarnya. Bila orang-orang yang termakan fitnah itu tetap tidak percaya, maka bersabarlah karena Allah عزّوجلّ menyukai orang-orang yang sabar. “Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Anfaal : 46)
Hal seperti ini sering dialami para sahabat Nabi صلّى ا لله عليه وسلّم. Bahkan istri beliau yang sangat disayanginya pun pernah terkena fitnah, hingga hal ini diabadikan dalam Al-Quran : “Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar” “Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohon itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: "Ini adalah suatu berita bohong yang nyata." (An-Nuur : 11-12)
Sungguh, wahai sahabatku, ayat-ayat diatas merupakan pelajaran yang nyata untuk kita semua. Betapa fitnah dapat menjadi sumber kebaikan bagi orang yang difitnah, dan dapat menjadi sumber adzab bagi orang yang memfitnah.
wAllahu waliyyuttaufiq ! |




