| Saling menjelekkan antar jama'ah kaum muslimin |
|
|
|
| Oleh Administrator |
| Kamis, 29 Oktober 2009 11:55 |
|
Nama: ukhtie_ocha
Jawab: Memang saat ini terlalu banyak jama’ah yang mengatas-namakan Quran-sunnah dalam mengaplikasikan hukum-hukum islamnya. Adapun bila terjadi sebuah jama’ah menjelekkan jama’ah yang lain, maka kita ber-husn-zhann bahwa tindakan mereka adalah bukan untuk menjelekkan jama’ah lainnya, namun semata-mata untuk menasihati jama’ah lain yang dalam pandangannya (berdasarkan Quran-sunnah) salah. Kita banyak mengenal jama’ah-jama’ah yang berlandaskan Quran-Sunnah, diantaranya : Jama’ah Salafiyun/Wahhabi Untuk menyikapi ini, maka anda tidak perlu bingung atau ragu. Tidak ada kewajiban kita untuk mengikuti salah satu dari sekian banyak jama’ah-jama’ah tersebut. Tugas kita adalah berpegang pada Al-Quran dan As-Sunnah, dengan berdasarkan pada pemahaman para shahabat, tabi’in, dan tabi’ut-tabi’in. Mengikuti sebuah jama’ah dapat membuka pintu taqlid dalam diri kita. Padahal taqlid buta tidak diperbolehkan dalam Islam. Sebuah jama’ah yang mengklaim dirinya sebagai pengikut para sahabat/salaf atau ahlul bait sekalipun, masih memiliki kecenderungan untuk memunculkan sebuah fatwa yang bertentangan dengan Al-Quran dan As-Sunnah. Sementara, bila kita mengaku mengikuti jama’ah tersebut, maka kitapun akan memiliki kecenderungan untuk bertaqlid kepada fatwa-fatwa ulamanya.
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (Al-Israa : 36)
Karena itu, dalam Islam, kita dituntut untuk terus-menerus mendalami , menggali serta mencari ilmu, sehingga anda akan dapat menemukan kebenaran yang sesungguhnya. Anda boleh mengikuti kegiatan pengajian dari tiap-tiap jama’ah dan anda bisa memilih mana yang benar dan mana yang salah, sehingga pada akhirnya anda hanya akan mengambil yang benar serta meninggalkan yang salah. Jangan ikut latah untuk mengikuti atau meninggalkan sebuah jama’ah tertentu karena kebimbangan anda.
“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)” (Al-An’aam : 116)
Kamipun masih terus menggali tentang Islam. Karena itu, masih banyak peng-aplikasi-an hukum Islam yang kami jalani kadang berubah-ubah. Hal ini disebabkan bahwa dalam mencari kebenaran memang diperlukan proses. Sepanjang kita selalu berdo’a memohon kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar ditunjukiNya jalan yang HAQ, maka yakinilah bahwa kebenaran itu akan kita dapatkan.
wAllahu a’lam bishshawwab. |





Komentar