Saling menjelekkan antar jama'ah kaum muslimin PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Kamis, 29 Oktober 2009 11:55

Nama: ukhtie_ocha
Domisili: bandung
Pesan:    saya muslimah berusia 19 tahun.dalam beberapa tahun ini saya mulai tertarik mengenal pentingnya bergabung dalam sebuah jama'ah. kadang muncul ketakutan pada diri saya, ketika akan bergabung dengan salah satu jama\'ah.pertanyaan demi pertanyaan pun muncul pd benak saya. inikah jama'ah yg rosullullah saw sebut sebagai ahli sunnah wal jama'ah? mngapa begitu bnyak jama'ah di dunia ini? mngapa antara jama'ah yg satu dgn yg lain saling menjelekkan?hufff...
saat ini saya telah bergabung dalam dua jama'ah. namun pertanyaan2 diatas msh belum jg terjawab,malah semakin menjadi.seringkali perasaan tenang,tentram menyelemuti jiwa saya ketika bergabung dgn mereka,namun ada kalanya hati ini resah,gelisah,dan...!salahkah saya tergabung dalam dua jama'ah yg satu sama lain tidak saling mendukung bahkan cenderung mengelu-elukan perbedaan antara keduamya? munafikkah saya ketika saya menjalani amanah di jamaah yg satu kemudian menjalani pula amanah saya di jama'ah yg lain? na'udzubillah...
lantas bagaimana saya seharusnya? adalah sulit bagi saya saat ini untuk melepaskan diri dari salah satu jama'ah terlebih untuk melepaskan keduanya.selama kurang-lebih 4 tahun saya telah bergabung di jama'ah ini, namun sepanjang pengetahuan saya ,kedua jama'ah ini selalu berpedoman pada al-quran dan as-sunah. mohon solusinya yah ustadz.. jazakumullah khoiron khatsiro..

 

Jawab:

Memang saat ini terlalu banyak jama’ah yang mengatas-namakan Quran-sunnah dalam mengaplikasikan hukum-hukum islamnya. Adapun bila terjadi sebuah jama’ah menjelekkan jama’ah yang lain, maka kita ber-husn-zhann bahwa tindakan mereka adalah bukan untuk menjelekkan jama’ah lainnya, namun semata-mata untuk menasihati jama’ah lain yang dalam pandangannya (berdasarkan Quran-sunnah) salah. Kita banyak mengenal jama’ah-jama’ah yang berlandaskan Quran-Sunnah, diantaranya :

Jama’ah Salafiyun/Wahhabi
Jama’ah Ikhwanul Muslimin
Jama’ah Hizbut Tahrir
Jama’ah Muhammadiyah
Jama’ah Nahdhatul Ulama
Jama’ah Mujahid
Jama’ah Tabligh
dll..
 

Untuk menyikapi ini, maka anda tidak perlu bingung atau ragu. Tidak ada kewajiban kita untuk mengikuti salah satu dari sekian banyak jama’ah-jama’ah tersebut. Tugas kita adalah berpegang pada Al-Quran dan As-Sunnah, dengan berdasarkan pada pemahaman para shahabat, tabi’in, dan tabi’ut-tabi’in.

Mengikuti sebuah jama’ah dapat membuka pintu taqlid dalam diri kita. Padahal taqlid buta tidak diperbolehkan dalam Islam. Sebuah jama’ah yang mengklaim dirinya sebagai pengikut para sahabat/salaf atau ahlul bait sekalipun, masih memiliki kecenderungan untuk memunculkan sebuah fatwa yang bertentangan dengan Al-Quran dan As-Sunnah. Sementara, bila kita mengaku mengikuti jama’ah tersebut, maka kitapun akan memiliki kecenderungan untuk bertaqlid kepada fatwa-fatwa ulamanya.

 

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.”

(Al-Israa : 36)

 

Karena itu, dalam Islam, kita dituntut untuk terus-menerus mendalami , menggali serta mencari ilmu, sehingga anda akan dapat menemukan kebenaran yang sesungguhnya. Anda boleh mengikuti kegiatan pengajian dari tiap-tiap jama’ah dan anda bisa memilih mana yang benar dan mana yang salah, sehingga pada akhirnya anda hanya akan mengambil yang benar serta meninggalkan yang salah. Jangan ikut latah untuk mengikuti atau meninggalkan sebuah jama’ah tertentu karena kebimbangan anda.

 

“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)”

(Al-An’aam : 116)

 

Kamipun masih terus menggali tentang Islam. Karena itu, masih banyak peng-aplikasi-an hukum Islam yang kami jalani kadang berubah-ubah. Hal ini disebabkan bahwa dalam mencari kebenaran memang diperlukan proses. Sepanjang kita selalu berdo’a memohon kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar ditunjukiNya jalan yang HAQ, maka yakinilah bahwa kebenaran itu akan kita dapatkan.

 

wAllahu a’lam bishshawwab.

 

Komentar 

 
0 #1 askar sasmita 2010-09-05 11:06
Quote
 

Kirim Komentar


Security code
Refresh