Jatah medical dari perusahaan PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Selasa, 27 Oktober 2009 14:38

Nama: suryo
Domisili: surabaya
Pesan:    assalamualaikum.
ustadz, saya bekerja di perusahaan dg jatah uang kesehatan rp 2000,000 per tahun untuk berobat saya sekeluarga dg bukti kwitansi dari dokter atau apotik. bolehkah jatah uang ini juga digunakan utk saudara yg sakit? tentu dg menggunakan kwitansi atas nama saya. dan misalnya sampai akhir tahun jatah uang tsb masih ada sisa, bolehkah kita ambil/cairkan dg menggunakan  kwitansi dari dokter walaupun kita tidak sakit? 


 

 

Jawab :

Jatah uang kesehatan, atau bahasa kantorannya “medical fee” boleh anda gunakan semua, karena itu merupakan hak anda apabila anda atau keluarga anda sakit. Menurut hemat kami, apabila Jatah uang kesehatan tersebut digunakan untuk keperluan saudara anda yang sakit (berhubungan keluarga dengan anda), maka tidak mengapa, karena jatah tersebut memang diperuntukkan untuk anda dan keluarga anda.

 

Dari Ummu Kultsum binti ‘Uqbah, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :”Bukan terhitung pendusta, orang yang berdusta karena mengadakan antara sesama manusia dengan perkataan yang baik dan hasil yang baik” Ibnu Syihab berkata :”Belum pernah aku dengar yang dibolehkan memakai kata dusta, kecuali pada tiga hal : a) dalam peperangan,  b) mengadakan ishlah antara sesame manusia dan c) perbaikan hubungan antara suami-istri”

(HR.Muslim)

 

Namun, bila anda mencairkan jatah tersebut dengan kwitansi ‘rekayasa’ hasil kerjasama anda dengan dokter anda, padahal anda tidak sakit, maka dalam hal ini anda berdosa, karena telah membohongi perusahaan tempat anda bekerja. Padahal Allah dan rasulNya melarang ummatnya untuk berbohong :

 

‘Dari Abdullah, ia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :”Berpegang teguhlah kamu dengan berkata benar, karena benar itu membawa kepada kebaikan, dan kebaikan itu membawa kepada surga; selama seseorang memakai sifat benar dan menjaga kebenaran, orang itu dicatat oleh Allah sebagai orang yang benar (As-shiddiq); Dan jauhilah sifat bohong, karena bohong itu membawa kepada kejahatan dan kejahatan itu membawa kedalam neraka; bila seseorang berbuat dusta, maka ia dicatat oleh Allah sebagai seorang pendusta (Al-Kadzdzab)” ‘

(HR. Muslim)

 

 

wAllahu a’lam bishshawwab.

 

Kirim Komentar


Security code
Refresh