Apa bedanya Salafi dengan Wahhabi? PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Jumat, 16 Oktober 2009 16:30

Nama: toyib
Domisili: indonesia
Pesan:      assalamualaikum wr.wb.

apa kabar ustad? semoga allah senantiasa memberikan taufik dan hidayahnya kepad kita, amin ya robbral alamin!
pertanyaan saya adalah:
1. adakah persamaan antara wahabi dan salafi?
2. apakah golongan tersebut termasuk yang boleh diikuti karena mengikuti para khilafa rasyidin dan salafus salih?
3. terutama golongan salafi bermanhaj ke ibnu taimiyah, ibnu katsir, ibnu qayim al jauziyah apakah imam tersebut diatas benar sesuai dengan syar'i?

 

Jawab:

Kami menyarankan kepada anda untuk berpegang kepada Al-Quran dan Assunnah. Tidak perlu berpegang kepada sebuah madzhab atau kelompok apapun. Mengikuti sebuah kelompok dapat membuka pintu taqlid dalam diri kita. Padahal taqlid buta tidak diperbolehkan dalam Islam. Sebuah kelompok yang mengklaim dirinya sebagai pengikut para sahabat/salaf atau ahlul bait sekalipun, masih memiliki kecenderungan untuk memunculkan sebuah fatwa yang bertentangan dengan Al-Quran dan As-Sunnah. Sementara, bila kita mengaku mengikuti kelompok tersebut, maka kitapun akan memiliki kecenderungan untuk bertaqlid kepada fatwa-fatwa ulamanya.

  

 

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.”

(Al-Israa : 36)

 

Dalam Islam, kita dituntut untuk terus-menerus mendalami , menggali serta mencari ilmu, sehingga anda akan dapat menemukan kebenaran yang sesungguhnya. Anda boleh mengikuti kegiatan pengajian dari tiap-tiap kelompok dan anda bisa memilih mana yang benar dan mana yang salah, sehingga pada akhirnya anda hanya akan mengambil yang benar serta meninggalkan yang salah. Jangan ikut latah untuk mengikuti sebuah jama’ah tertentu karena kebimbangan anda.

 

Jama’ah salafi dan wahhabi adalah sama. Karena jama’ah salafi (yang ada pada saat ini) perkembangannya dipelopori oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah, yaitu salah seorang ulama dari Jazirah Arab yang sangat merindukan pemurnian Islam yang pada saat ini memang banyak tercampur virus TBC (Tahayul, Bid’ah dan Churafat). Beliau memperjuangkan agar Islam kembali ke kodrat awalnya sebagaimana yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pertama kali.

 

Diperbolehkan mengikuti fatwa-fatwa dari jama’ah salafi/wahhabi sepanjang fatwanya benar-benar berdasarkan nash yang shahih dari Al-Quran dan Hadits. Jika anda menemukan fatwa yang menyimpang, maka fatwa tersebut tidak perlu diikuti. Lagipula, sepandai apapun seorang ulama, pasti ada salahnya. Begitulah manusia. Tidak ada manusia sempurna kecuali Nabiyullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Tidak ada kewajiban bertaqlid dalam Islam. Ambil yang Haq dan buang yang Bathil.

 

wAllahu ta’ala a’lam bi shawwab 

 

Komentar 

 
0 #3 99 2011-12-10 15:37
Quote
 
 
+3 #2 bagabas 2011-08-23 05:43
Quote
 
 
+2 #1 Ahmad 2010-04-23 18:44
Quote
 

Kirim Komentar


Security code
Refresh