Terlalu Lama Pacaran PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Rabu, 04 November 2009 14:27

Nama: rody

Domisili: jakarta

Website: 

Pesan:       ass.

ustadz saya adalah insan yang sangat ini berubah lebih dekat dengan allah dan ga mau lagi mengulangi perbuatan keji, saya masih mempunyai pacar, tadinya dia baik dan soleh karena terbawa oleh saya yang terbawa arus setelah kerja dijakarta,selama kami pacaran sekarang ini kami selalu berbuat zina tetapi ga sampai ml, tapi saya sekarang pengen bertobat dan dia pun sama.klo kami masih ketemu hasrat untuk itu psti selalu ada,, makanya sekarang saya ga pernah ketemu lagi sama dia, spy menhindari dosa lagi, bagaimana saya sebaiknya ustadz, klo sampai memutuskan hubungan rasanya terlalu berat untuk dia,,soalnya kita udah lama hubungan,,saya bingung ustadz, mohon sarannya supaya saya tidak tergelincir lagi berbuat nista, trima kasih

Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

 

 

Jawab :

Setiap manusia memiliki kecenderungan untuk melakukan dosa, baik dosa besar maupun kecil. Para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, radhiallahu ‘anhum ajma’iin, sebagian besar adalah orang-orang yang dulunya melakukan banyak dosa dan kemaksiatan. Namun setelah masuk Islam serta mendapat bimbingan langsung dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, akhirnya merekapun menjadi orang-orang yang menjadi panutan seluruh umat Islam sampai hari kiamat nanti.

 

Yang harus anda lakukan saat ini adalah bertaubat dengan sebenar-benar taubat. Tidak lagi mengulangi segala perbuatan maksiat yang dulu sering anda lakukan. Dekati Allah sedekat-dekatnya serta terus taat dan taat terus.

 

“Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan[277], yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”

“Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan : "Sesungguhnya saya bertaubat sekarang." Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih”

(An-Nisaa : 17-18)

 

 

Dari Anas bin Malik : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :”Tujuh orang yang Allah tidak suka melihat kepada mereka di hari kiamat, dan tidak diperbaiki, dan tidak pula dikumpulkan bersama orang-orang yang beramal (baik) dan akan dimasukkan mereka ke dalam neraka, kecuali mereka taubat, dan barangsiapa yang bertaubat niscaya Allah berikan taubat atasnya, yaitu orang yang kawin dengan tangannya, orang yang berbuat, orang yang diperbuatinya, orang yang senantiasa minum arak, orang yang memukul kedua ibu-bapaknya hingga mereka berteriak minta tolong, dan orang yang menganiaya kepada tetangga-tetangganya sehingga mereka melaknatinya, dan orang yang berzina dengan istri tetangganya”

(HR. Al-Imamul-Hasan bin ‘Arfah)

 

Ajaklah pacar anda tersebut untuk menikah. Lamarlah segera, karena menikah adalah salah satu sunnah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang paling utama.

 

Dari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada kami :”Hai golongan orang-orang muda! Siapa-siapa diantara kamu yang mampu menikah, hendaklah ia menikah, karena yang demikian itu lebih menundukkan pandangan mata dan lebih memelihara kemaluan; dan barangsiapa tidak mampu, maka hendaklah ia bershaum, karena shaum itu sebagai penjaga bagimu”

(Muttafaq ‘alaih)

 

 

wAllahu ta’ala a’lam bishawwab.

 

Kirim Komentar


Security code
Refresh