Shalat ragu karena penyakit PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Senin, 08 Februari 2010 13:50

Nama: m.muhransyah
Domisili: balikpapan
Pesan:  assmualaikum wr wb
pak ustad sudah satu tahun saya menjalani operasi colostomy karena penyakit tbc usus , kemuduan saya dibuatkan dubur permanen dipinggang dan harus saya pakai setiap hari pertanyaan saya :
1. sebelum sholat saya bersihkan kantung kemudian berwhudu  yang menjadi ganjalan saya waktu setelah berwhudu atau pada sholatnya sering keluar angin atau bahkan kotoran   yang tidak bisa saya kontrol . apakah sholat saya sah
2.segala kewajiban syariat seperti ke mesjid, membaca alquran saya selalu membawa kantung tersebut tetapi saya selalu melakukan tatanan syariat seperti berwhudu tetapi keadaannya seperti diatas tadi
3. apakah salah saya sering berpendapat bahwa semua ini bukan kemauan saya tapi datangnya dari allah semata dan saya iklas maka saya " pd " saja dalam beribadah  dan kegiatan masyarakat lainnya
demikian pertanyaannya atas pendapat dan atensinya semoga berguna bagi saya dan rekan muslimin yang mengalaminya dan berguna bagi pencerahan iman aminn
wassalam   

 

Jawab :

Shalat anda sah, insha Allah !!
Semoga ujian dari Allah kepada anda (yang berupa sakit) tersebut dapat memasukkan anda kedalam surgaNya, amiin.
Ketahuilah saudaraku, Allah tidak membebani seseorang, melainkan sekedar apa yang mampu dia lakukan ! Karena itu, lakukanlah semampu anda, tidak usah takut dan ragu lagi.

Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik- baik Penolong.
(Al-Hajj : 78)

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."
(Al-Baqarah : 286)

Dari Abu Hurairah Abdurrahman bin Sakhr radhiallahuanhu dia berkata : Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Apa yang aku larang hendaklah kalian menghindarinya dan apa yang aku perintahkan maka hendaklah kalian laksanakan semampu kalian. Sesungguhnya kehancuran orang-orang sebelum kalian adalah karena banyaknya pertanyaan mereka (yang tidak berguna) dan penentangan mereka terhadap nabi-nabi mereka.
(HR. Bukhari dan Muslim)

Kami doakan, semoga anda segera diberi kesembuhan dari Allah. Hanya kepadaNya lah kita memohon, hanya kepadaNya lah kita meminta, dan hanya Dialah yang mampu menolong kita.

wAllahul musta’an

 

Kirim Komentar


Security code
Refresh