Qiyamullail = Tahajjud PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Jumat, 16 Oktober 2009 16:33

Nama: heri
Domisili: makassar
Pesan: apakah sholat lail bisa dikatakan tahajjud?. apakah sholat tarawih itu pernah dilakukan oleh nabi. apakah ada dalil yang mengatakan hal itu.?

 

 

 

Jawab :

Shalat malam itu memiliki beberapa nama, diantaranya :

-          Shalatul lail (shalat di malam hari)

-          Qiyamul lail (berdiri di malam hari)

-          Tahajjud (menjauhi tidur)

-          Tarawih (asal kata: rahah, artinya: santai, atau shalat santai di malam hari)

-          Dll.

 

Dalam Al-Quran dinamakan shalat Tahajjud dan Qiyamullail.

 

Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.

(Al-Israa : 79)

 

bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya),

(Al-Muzzammil : 2)

 

 

Adapun kebiasaan menyebut nama shalat tersebut adalah tergantung kebiasaan di daerah masing-masing.

Meskipun demikian, ada sedikit perbedaan antara shalat tahajjud dan shalat tarawih, yaitu :

1. Shalat tarawih adalah shalat malam yang dikerjakan di bulan Ramadhan

2. Shalat tahajjud biasa dikerjakan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan bersendiri, sedangkan tarawih pernah dikerjakan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan berjama’ah

3. Shalat tahajjud lebih utama dikerjakan pada tengah malam/sepertiga malam terakhir, sementara shalat tarawih dapat dikerjakan kapan saja di malam hari.

 

Dalil shalat tarawih adalah sebagai berikut :

‘Aisyah berkata : Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah shalat (sunnah malam) di masjid, maka orang ramai turut shalat dengan beliau. Dan beliau shalat lagi di malam yang keduanya dengan beberapa orang yang lebih banyak. Kemudian, orang-orang berkumpul lagi pada malam ketiga dan keempat, namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak keluar. Esok paginya beliau bersabda :”Aku telah lihat kamu berkumpul, tetapi aku tidak keluar pada kamu, bukan karena apa-apa melainkan aku takut akan diwajibkan (berjama’ah) itu atas kamu” ‘Aisyah berkata :”Yang demikian terjadi pada bulan Ramadhan”

(HR. Bukhari dan Muslim)

 

Kirim Komentar


Security code
Refresh