|
|
|
Pengantar Ilmu Musthalah Hadits (bagian 5) |
|
|
|
|
Oleh Administrator
|
|
Senin, 08 Februari 2010 13:11 |
|
ASH-SHAHIH
PEMBAHASAN HADITS SHAHIH
Hadits Shahih terbagi menjadi 2 macam : 1. Shahih li dzatihi 2. Shahih li ghairihi
1. Shahih li dzatihi
Shahih li dzatihi artinya : Sah karena dzatnya, maksudnya hadits yang sah dengan tanpa bantuan keterangan yang lain.
Shahih li dzatihi menurut istilah, yaitu : “Satu hadits yang sanadnya bersambung dari permulaan sampai akhir, diceritakan oleh orang-orang yang adil, dhabith yang sempurna, serta tidak ada syuyudz dan tidak ada illat yang tercela”
Contoh hadits shahih li dzatihi : Bukhari berkata : telah menceritakan kepadaku ‘Abdullah bin Yusuf, ia berkata : telah mengkabarkan kepada kami, Malik, dari Nafi’ dari ‘Abdullah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda : “Apabila mereka bertiga (orang), janganlah dua diantaranya berbisik-bisikan dengan tidak bersama yang ketiganya”
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
Bulughul Maram 2 (hadits 11-23) |
|
|
|
|
Oleh Administrator
|
|
Rabu, 13 Januari 2010 12:05 |
|
11 Menurut para pengarang kitab Sunan: Sebagian istri Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam mandi dalam satu tempat air, lalu Nabi datang hendak mandi dengan air itu, maka berkatalah istrinya: Sesungguhnya aku sedang junub. Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Sesungguhnya air itu tidak menjadi junub." Hadits shahih menurut Tirmidzi dan Ibnu Khuzaimah.
12 Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Sucinya tempat air seseorang diantara kamu jika dijilat anjing ialah dengan dicuci tujuh kali, yang pertamanya dicampur dengan debu tanah." Dikeluarkan oleh Muslim. Dalam riwayat lain disebutkan: "Hendaklah ia membuang air itu." Menurut riwayat Tirmidzi: "Yang terakhir atau yang pertama (dicampur dengan debu tanah).
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
|
Mendengarkan lagu rohani agama lain |
|
|
|
|
Oleh Administrator
|
|
Senin, 08 Februari 2010 13:07 |
|
Nama: rury Domisili: jakarta
Pesan: assalamu'alaikum.. di ruangan kerja saya, hanya saya sendiri yg muslim semua teman saya non muslim. setiap pagi, teman saya selalu memperdengarkan lagu-lagu rohani agama mereka. bagaimana sikap yg harus saya lakukan pada saat mereka memperdengarkan lagu tersebut? apakah saya berdosa dengan mendengarkan lagu tersebut?
Jawab :
“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” (Al-Baqarah : 148)
|
|
LAGI...SEBUAH NASEHAT YANG BERNAMA KEMATIAN |
|
|
|
|
Oleh Casnadi
|
|
Rabu, 06 Januari 2010 10:04 |
|
"Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun"……………..” Kata Muala dan Ki Bijak hampir bersamaan, demi mendengar berita wafatnya salah satu tokoh dinegeri ini.
“Cepat sekali ya ki…” Kata Maula
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 Berikutnya > Akhir >>
|
|
Halaman 1 dari 6 |